| 0 comments ]
Bom Marriot Sederat kalangan meyakini bahwa pelaku terorisme tengah menjalankan tugas suci yakni berjihad. Namun, banyak kalangan juga yang mengecam pendapat tersebut. Tindakan terorisme tetap dinilai sebagai tindakan tak bermoral dan tak memiliki prikemanusiaan.

"Terorisme itu bukan jihad, tetapi jahat. Mereka telah menghilangkan nyawa orang-orang tak berdosa," ujar Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia Habib Abdurrahman Assegaf saat berbincang dengan okezone per telepon, Senin (20/7/2009).

Menurutnya, jihad hanya dapat diartikan ketika berperang di daerah konflik seperti Palestina dan berjuang atas nama agama. "Kalau saya pegang pistol dan musuh juga memegang, itu baru jihad. Kalau mau jihad silakan Palestina, Indonesia ini bukan kawasan perang," tandasnya.

Dirinya juga mempertanyakan keberadaan Pesantren Al Mukmin Ngruki yang selama ini kerap melahirkan para pelaku teror. "Saya bingung, mereka disana diajarkan apa sih? Bertahun-tahun tak pulang ke rumah, sekalinya muncul menjadi pelaku bom bunuh diri. Bagi saya itu berdosa," tukasnya.

Dirinya mengaku siap meladeni Pesantren Ngruki yang berencana akan menggugat secara hukum, sebagai buntut dari pernyataannya yang melontarkan bahwa seorang yang diduga pelaku bom bunuh diri di JW Marriott, Nur Sahid, pernah belajar di Pesantren pimpinan KH Abubakar Ba'asyir tersebut.

"Bismillah, saya dan GUII akan tetap berjuang mengungkap kebenaran. Kita akan tetap konsisten di jalan kita. Ini terbukti saat kita menyikapi Ahmadiyah dan aliran Lia Eden," pungkas Abdurrahman. (Okezone)

Artikel Terkait:

0 comments

Post a Comment

Silahkan menuliskan komentar ada disini, Terima kasih, komentar anda sangat berarti untuk tips-trick-successfull

-->